• Selasa, 6 Desember 2022

Psikiater Membuang Muka

- Selasa, 12 Juli 2022 | 07:13 WIB
Ilustrasi.  (Bonsernews.com/timeshighereducation.com)
Ilustrasi. (Bonsernews.com/timeshighereducation.com)

Serial Korban Santet #3

Oleh: Syaiful W. Harahap*

Catatan: Serial santet ini merupakan pengalaman nyata (empiris) yang saya alami sejak tahun 1983, tapi baru tahun saya ketahui tahun 2004. Jika ada yang ingin bantuan terkait penyembuhan karena santet atau penyakit nonmedis, silakan kontak saya melalui: (1) e-mail: redaksi.bonsernews@gmail.com, (2) WhatsApp: 0812-8375-6609. Redaksi

 

BONSERNEWS.com - “Papa orang musyrik karena percaya sama santet.”

Itulah ucapan anak saya, laki-laki, 20-an tahun, yang sedang tergeletak di sebuah rumah sakit (RS) swasta di Jakarta Timur yang dirawat karena indikasi penyakit tifus (2007). Saya dikabari ibunya dari perjalanan umroh.

Dikabarkan dia terpaksa dirawat di masuk rumah sakit karena kondisinya sangat buruk. 

Mendengar kabar itu saya memilih lebih dahulu ke Banten sebelum menjenguknya di RS. “Ada kiriman di perutnya,” kata Pak Ajie di Cilegon, Banten, ketika saya sudah sampai di rumahnya.

Setelah benda itu diambil saya melihat dia di rumah sakit. Kondisinya sudah membaik. Itu hari ketiga dia dirawat. Bahkan, sudah minta pulang.

Halaman:

Editor: Syaiful W Harahap

Tags

Terkini

Korban Santet Jadi Sasaran Fitnah

Senin, 25 Juli 2022 | 08:09 WIB

Psikiater Membuang Muka

Selasa, 12 Juli 2022 | 07:13 WIB

Orang-orang yang Tak Tau Diuntung

Senin, 4 Juli 2022 | 09:02 WIB
X