• Sabtu, 1 Oktober 2022

Jerman Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan Arab Saudi

- Jumat, 23 September 2022 | 06:56 WIB
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, di KTT G-20 di Riyadh, Februari 2020.  (Bonsernews.com/dw.com/id - photothek/picture alliance)
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, di KTT G-20 di Riyadh, Februari 2020. (Bonsernews.com/dw.com/id - photothek/picture alliance)

BONSERNEWS.com - Dalam kunjungan ke Arab Saudi, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, terutama ingin menjamin pasokan energi ke Jerman. Soal perlindungan hak asasi manusia kali ini bukan prioritas. Nik Martin melaporkannya untuk DW.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pernah dikucilkan Barat setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul 2018. Sekarang kenaikan harga minyak dan krisis energi mengubah situasi. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah bertemu dengan MBS tahun ini.

Sekarang giliran Kanselir Jerman Olaf Scholz menghadap MBS. Dia dijadwalkan bertemu putra mahkota di Riyadh hari Sabtu (24/9) selama kunjungan dua hari ke Teluk. Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar adalah dua pemberhentian lainnya.

Baca Juga: Arab Saudi Buka Penyelidikan Terkait Video yang Tunjukkan Pasukan Keamanan Pukuli Perempuan

Sementara banyak politisi Jerman dan kelompok hak asasi manusia secara terbuka meminta pemerintah Jerman dan Olaf Scholz tetap menyuarakan catatan hak asasi manusia yang buruk di Arab Saudi, direktur GIGA Institute of Middle East Studies Eckhart Woertz mengatakan prioritas Jerman memang sudah berubah.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menerima kunjungan Mohammed bin Salman di Istana Kenegaraan Elysee di Paris, 28 Juli 2022. (Bonsernewx.com/dw.com/id - Lewis Joly/AP Photo/picture alliance)

"Prioritas bergeser" akibat perang di Ukraina

"Tentu saja ada sedikit kecenderungan untuk mengangkat isu hak asasi manusia ketika berhadapan dengan eksportir energi di Kawqasan Teluk saat ini. Tapi prioritas telah bergeser sebagai akibat dari perang Ukraina. Saya tidak pikir mereka akan terlalu tertekan, katakanlah seperti itu," kata Eckhardt Woertz kepada DW.

Berlin saat ini memang mengharapkan bisa membuat kesepakatan energi jangka panjang seperti yang sudah ditandatangani dengan Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menggantikan pasokan dari Rusia. Tetapi belum tentu kesepakatan semacam itu bisa dicapai dengan Arab Saudi.

Halaman:

Editor: Syaiful W Harahap

Tags

Terkini

AS Jatuhkan Sanksi Kepada Pedagang Minyak Iran

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 05:44 WIB
X