• Sabtu, 1 Oktober 2022

Hasto dkk Jangan Sebar Hoax Terus, Tidak Ada Bukti Pemilu 2009 Curang, Kasihan Rakyat yang Sedang Susah

- Kamis, 22 September 2022 | 18:42 WIB
Hasto Kristiyanto  Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Bonsernews.com/ instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)
Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Bonsernews.com/ instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

Oleh: Herzaky Mahendra Putra*

Hasto sebaiknya jangan sebar hoax terus. Seharusnya elit politik bisa memberikan contoh yang baik untuk rakyat. Menyampaikan informasi mengenai kejadian masa lalu yang memang ada data dan faktanya serta sudah terbukti secara hukum. Bukan malah menyebar hoax dan tuduhan secara serampangan di ruang publik.

Ruang publik kita jangan dikotori lagi dengan hoax. Kasihan rakyat yang sedang susah, malah ditambah mesti mendengar suara-suara galau dan tidak mendidik dari elit politik seperti Hasto yang tak pernah berhenti.

Baca Juga: Herzaky Mahendra Putra Partai Demokrat: Aria Bima Buta Sejarah? Mungkin Bang Aria Bima Buta Sejarah

10 pertanyaan Hasto itu kan sudah terjawab sebenarnya. Itu hanya hoax dan fitnah. Mana buktinya? Kalau memang benar terjadi kecurangan di tahun 2009, pasti Mahkamah Konstitusi ketika itu sudah memutuskannya.

Bahkan, Pak Mahfud MD, Menko Polhukham Jokowi, dan Ketua Mahkamah Konstitusi ketika Pemilu 2009, sudah memberikan statemen. Kalau kecurangan yang terjadi di 2009 itu bukan oleh Pemerintah SBY terhadap peserta pemilu seperti yang dituduhkan oleh Hasto dan teman-teman (kecurangan vertikal), melainkan kecurangan antar-pendukung parpol sebagai kontestan pemilu (kecurangan horizontal).

Baca Juga: Pidato Lengkap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY Jumat 16 September 2022 Momen 21 Tahun Partai Demokrat

Kasihan rakyat yang sedang susah. Sudah dibuat pusing dengan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah di tengah melonjaknya harga bahan-bahan pokok, padahal penghasilan rakyat tidak meningkat, sekarang malah tambah pusing mendengar rengekan Hasto yang tidak bisa berlapang dada menerima kekalahan mutlak ketika Pemilu 2009.

Padahal, ini sudah tahun 2022. Kan PDIP juga sudah menang di Pemilu 2014 dan 2019. Masak masih saja sakit hati tidak bisa menerima kekalahan mutlak dan terbesar sepanjang sejarah di tahun 2009 dari Pak SBY dan Partai Demokrat? Mari move on.

Halaman:

Editor: Ulva Verani

Sumber: partai demokrat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kesenjangan Digital Atau Digital Divide Di Indonesia

Jumat, 30 September 2022 | 01:00 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Ini Alasannya

Rabu, 28 September 2022 | 10:14 WIB
X