• Sabtu, 1 Oktober 2022

Presiden AS Joe Biden Tuduh Rusia Langgar Piagam PBB Tanpa Rasa Malu

- Kamis, 22 September 2022 | 15:47 WIB
Presiden AS, Joe Biden, dengan lantang mengecam Rusia yang mengobarkan “perang brutal yang tidak perlu” di Ukraina pada pidatonya di sidang Majelis Umum PBB hari Rabu, 21 September 2022.  (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AP)
Presiden AS, Joe Biden, dengan lantang mengecam Rusia yang mengobarkan “perang brutal yang tidak perlu” di Ukraina pada pidatonya di sidang Majelis Umum PBB hari Rabu, 21 September 2022. (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AP)

BONSERNEWS.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan dengan lantang pada sidang Majelis Umum PBB hari Rabu, 21 September 2022, bahwa Rusia telah “tanpa malu-malu melanggar prinsip utama” PBB dengan mengobarkan “perang brutal yang tidak perlu” di Ukraina.

Dalam pidato hari Rabu, 21 September 2022, di depan Majelis Umum PBB, Presiden Biden, yang ingin menggalang dukungan bagi Ukraina, mengatakan bahwa perang di Ukraina itu merupakan penghinaan terhadap inti perjuangan PBB.

Dalam kecaman keras atas invasi Rusia ke Ukraina selama tujuh bulan terakhir, Biden mengatakan, laporan penganiayaan Rusia terhadap warga sipil di Ukraina “sepatutnya membuat Anda merasa sangat takut.” Ia juga mengatakan, ancaman nuklir baru yang disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, kepada Eropa menunjukkan “ketidakpedulian yang gegabah” atas tanggung jawab Moskow sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Baca Juga: Presiden Joe Biden Sebut Pasukan AS Akan Bela Taiwan Jika Diserang China  

Ia lantas mengkritik Rusia karena menjadwalkan “referendum palsu” pekan ini di wilayah Ukraina yang telah direbut secara paksa.

“Salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB menginvasi negara tetangganya sendiri dan berusaha menghapus negara berdaulat itu dari peta. Rusia telah tanpa malu-malu melanggar prinsip utama Piagam PBB,” kata Biden di hadapan hadirin sidang.

Biden menyerukan seluruh negara, baik negara demokrasi maupun otokrasi, agar menentang invasi Rusia dan mendukung upaya Ukraina untuk mempertahankan diri.

“Kita akan berdiri bersama dalam solidaritas untuk menentang agresi Rusia, titik,” ujarnya.

Pidato itu disampaikan ketika wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki Rusia di sisi timur dan selatan mengumumkan rencana untuk menggelar referendum, yang didukung Kremlin, dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan apakah akan menjadi bagian dari Rusia, seiring kemunduran yang dialami Moskow dalam invasinya. Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu mengumumkan langkah mobilisasi sebagian untuk menerjunkan 300.000 pasukan cadangan dan menuduh negara-negara Barat terlibat dalam aksi “pemerasan nuklir.”

Halaman:

Editor: Syaiful W Harahap

Tags

Terkini

AS Jatuhkan Sanksi Kepada Pedagang Minyak Iran

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 05:44 WIB
X