• Minggu, 24 September 2023

Jokowi Keluhkan Data Pertanian Kacau, Komisi IV: K/L Jangan Punya Data Sendiri-sendiri

- Jumat, 19 Mei 2023 | 11:15 WIB
Firman Soebagyo  (BONSERNEWS.com)
Firman Soebagyo (BONSERNEWS.com)

BONSERNEWS.com - Presiden Jokowi mengeluhkan kurang akuratnya data pertanian di Indonesia. Padahal, untuk membuat kebijakan pertanian yang tepat akurasi data menjadi kebutuhan utama pemerintah.

Menanggapi keluhan Jokowi soal itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengamini apa dikeluhkan Jokowi terkait data pertanian tersebut. Pasalnya, menurut Firman dari laporan mengenai data-data pertanian semua Kementerian/ Lembaga (K/L) membuat data sendiri sehingga hal ini membuat tidak sinkron sehingga membuat pusing Presiden.

"Ini harus segera dievaluasi keseluruhan soal data Pertanian. Kalau data ini tidak sinkron antara data satu dengan yang lain maka ini akan sulit tercapai dalam rencana kerja Pemerintah," katanya kepada wartawan, Jumat 19 Mei 2023.

Baca Juga: Komisi IV Prioritaskan Kesejahteraan Penyuluh dan Tenaga Harian Lepas Pertanian

Politikus Partai Golkar melanjutkan, semua (K/L) melaporkan data mereka masing-masing. Namun, dari data dilaporkan itu tidak semuanya akurat dan hal ini menyebabkan perbedaan data sehingga rencana pembangunan pertanian akan dijalankan Pemerintah akan sulit terlaksana.

"Ya, memang tidak semua data-data itu sinkron karena selalu adanya missleading. Misalnya data produksi BPS menentukan ini, Kementan ini, Kemendag, BPS dan Bapanas melakukan lain. Dulu saja mensinkronkan data BPS dan Kemendag saja sudah sulit sekarang ditambah lagi Bapanas karena semuanya masing-masing punya kepentingan beda-beda," ujarnya legislator dapil Jateng III meliputi, Pati, Rembang dan Gerobogan ini.

Baca Juga: Masih Terjadi Penyelewengan Pupuk Subsidi, DPD Minta Peran PPL Pertanian Ditingkatkan

Karena itu, Firman berharap dari data Pertanian diserahkan Pemerintah, hendaknya Kementan harus fokus pada masalah pembangunan sektor Pertanian, dan BPS fokus pada ketersediaan serta data.

Supaya nantinya, jika hal ini dilaporkan kepada Presiden tidak tumpang tindih dan missleading kembali.

"Dan pada akhirmya semua K/L acuannya satu dan tidak masing-masing memiliki data sendiri," tegas anggota Baleg DPR ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya pemerintah memiliki data yang akurat untuk menghasilkan kebijakan yang tepat. Ia mengakui, data yang dimiliki pemerintah sering kali tak akurat sehingga berdampak pada masyarakat.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya di acara pencanangan pelaksanaan sensus pertanian tahun 2023.

"Kita tahu untuk menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat butuh data yang akurat, sering kita kedodoran di sini. Lahan pertanian kita berapa, butuh pupuk berapa? Sering data itu tidak siap dan akurat," ujar Jokowi. []

Editor: Luki Setiawan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidak Bijak APBN Menjadi Jaminan Proyek Kereta Cepat

Kamis, 21 September 2023 | 08:53 WIB

Soal Tarif KCJB, Jokowi: Tidak Ada Subsidi!

Rabu, 13 September 2023 | 14:56 WIB
X