• Sabtu, 1 Oktober 2022

Bangsa Indonesia Membutuhkan Sosok Pemimpin yang Bertangan Besi

- Kamis, 22 September 2022 | 21:57 WIB
Bangsa Indonesia Membutuhkan Sosok Pemimpin yang Bertangan Besi (BONSERNEWS.COMhttps://bondowoso.jatimnetwork.com/khazanah/pr-1824778661/5-weton-wibowo-mukti-wibowo-geni-calon-pemimpin-tangan-besi-menurut-primbon-jawa)
Bangsa Indonesia Membutuhkan Sosok Pemimpin yang Bertangan Besi (BONSERNEWS.COMhttps://bondowoso.jatimnetwork.com/khazanah/pr-1824778661/5-weton-wibowo-mukti-wibowo-geni-calon-pemimpin-tangan-besi-menurut-primbon-jawa)


BONSERNEWS.COM Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bertangan besi.

Soeharto adalah presiden terlama yang memimpin Indonesia, yaitu selama 32 tahun ia pernah memimpin negeri ini.

Pada masa pemerintahannya, rakyat tidak bebas dalam bersuara, kebebasan rakyat dibatasi dengan banyak aturan, dalam berorganisasi pun diatur oleh pemerintah secara nyata.

Baca Juga: Presiden Biden dan Pemimpin Dunia Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II



Hal tersebut membuat rakyatnya bungkam untuk bersuara.

Di tengah kondisi bangsa indonesia saat ini yang sedang dirundung krisis kepercayaan dari rakyat khususnya di bidang penegakan hukum.

Hampir semua kalangan mengharapkan peran dari pemimpin bangsa untuk menghentikan dikotomi peran kepentingan antar sesama institusi penegak hukum.

Sesosok tangan besi yang dimaksud disini adalah pemerintahan yang sangat menjaga wibawa dan kedaulatan negara dan bisa melindungi harga diri rakyatnya.
Problem institusi penegak hukum seperti kasus cicak buaya yang dulu sempat mengemuka, seringkali membuat emosi rakyat Indonesia.

Baca Juga: Beberapa Skill yang Harus Disiapkan Untuk Dunia Kerja di Masa Depan



Oleh karena itu, bangsa Indonesia ini harus mempunyai pemimpin yang memiliki ketegasan yang tanpa kompromi atau sepihak.

Dalam menyelesaikan konflik panjang yang berpotensi memecah belah persatuan NKRI.

Seharusnya, negara besar sekelas Indonesia dipimpin oleh Presiden yang bertangan besi.

Karena bertangan besi dalam hal ini bukan berarti kejam, tetapi keras, tegas dalam menegakkan aturan yang berlaku, taat dan patuh pada undang-undang dan konstitusi, tidak kompromi terhadap kepentingan golongan tertentu, tidak membiarkan masalah berlarut menjadi benang kusut permasalahan bangsa. []

 

Editor: Diana Yusuf

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Opini : Generasi Sandwich, Berkah apa Musibah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:59 WIB

Pergaulan Remaja Itu Harus Bebas! Tapi...?

Minggu, 25 September 2022 | 18:40 WIB
X